Antena Yagi untuk Desa

Desa Hulosobo RT.01 RW.02 yang terletak di kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Nama desa Hulosobo berasal dari cerita raktyat adalah seekor ular besar yang sedang sobo (sobo = berkelana, menjelajah). Di kecamatan kaligesing sendiri terkenal akan buah duriannya yang memiliki rasa yang khas. Secara geografis kecamatan kaligesing berbatasan langsung dengan provinsi Yogyakarta yaitu di perbukitan Menoreh.
Kantor Baperdes Hulosobo
Awalnya Adalah informasi mengenai SIMADES (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa) yang didapat oleh kami redaksi GTS dari saudara Wahyu Eko Susanto dan menjadi alasan mengunjungi desa hulosobo, yaitu tantangan yang harus dihadapi oleh desa adalah tidak stabilnya jaringan internet yang ada didesa. Untuk anda yang tinggal di kota besar, memang hampir tidak memiliki masalah dengan koneksi internet. Karena banyak pilihan koneksi internet, baik dengan kabel ataupun mobile broadband. Akan tetapi bagi anda yang tinggal di daerah atau di lokasi yang tidak memungkinkan akses internet dengan kabel, tentu harus memiliki solusi lain. Salah satu solusi yaitu menggunakan layanan teknologi selular GSM seperti telkomsel dengan telkomselflash. Indosat dan provider lain sementara belum mendukung. Permasalahannya sinyal dari Operator Selular diatas masih terhalang oleh perbukitan dan pepohonan tinggi. 
Bukit Menoreh tampak dari lokasi kelurahan
Terdapat banyak rimbun pepohonan
Suasana lokasi kantor Baperdes Hulosobo
Untuk memberikan kemudahan kepada desa dalam mengakses SIMADES, untuk itulah saudara Wahyu Eko Susanto putra dari bapak Suripto mencoba memprakarsai kebutuhan tersebut dengan membuat penguat sinyal yang berbasiskan sinyal dari BTS. memanfaatkan antenna penangkap siaran televisi yang dikenal sebagai Antenna Yagi. Pencipta antenna yagi adalah Hidetsugu Yagi, cara kerja antenna ini bersifat direksional, yaitu menambah gain hanya pada salah satu arahnya. Sisi antenna yang berada di belakang reflector memiliki gain lebih kecil daripada di depan director.
Korespondensi Redaksi GTS dan Wahyu Eko Susanto

Dengan menggunakan antenna yagi, sinyal yang keluar dari BTS terdekat ditangkap oleh antenna yang berfungsi sebagai titik pusat tangkap sinyal. Antenna yagi ini diletakkan pada ketinggian 10 – 17 meter dari permukaan bangunan dengan tujuan agar sinyal dapat diterima pada jarak tertentu. Wahyu menambahkan repeater berupa modem wifi yang diletakkan di dalam ruangan kepala desa Hulosobo. 
Ruangan Kepala Desa

Paket data yang digunakan, cukup dengan membeli paket unlimited yang di jual bebas oleh provider telkomsel. 

Untuk merancang penangkap dan penguat sinyal ini, wahyu membutuhkan kerjasama antar perangkat desa dan para stakeholder agar dapat mengambil keputusan lebih lanjut. Disamping itu terdapat tantangan lain yang harus dihadapi oleh penguat sinyal ini, pertama adalah cuaca, jika cuaca mendung. Maka jaringan ini akan lambat bahkan tidak bisa diakses. 

Mengingat kebutuhan perangkat desa dalam mendukung kegiatan operasional sistem data di desa/kelurahan, semoga mendapatkan titik temu yang baik demi kepentingan bersama dan Indonesia yang lebih baik. (HMM).


0 Response to "Antena Yagi untuk Desa"

Posting Komentar